Wednesday, 3 March 2010

CALCIUM PROPIONATE


CALCIUM PROPIONATE

As a food additive, it is listed as E number 282 in the Codex Alimentarius. Calcium propionate is used as a preservative in a wide variety of products, including but not limited to bread, other baked goods, processed meat, whey, and other dairy products.[2] In agriculture, it is used, amongst other things, to prevent milk fever in cows and as a feed supplement [3] Propionates prevent microbes from producing the energy they need, like benzoates do. However, unlike benzoates, propionates do not require an acidic environment.[4]

Calcium propionate is used in bakery products as a mold inhibitor, typically at 0.1-0.4% [5] (though animal feed may contain up to 1%). Mold contamination is considered a serious problem amongst bakers, and conditions commonly found in baking present near-optimal conditions for mold growth.[6]

A few decades ago, Bacillus mesentericus (rope), was a serious problem,[citation needed] but today's improved sanitary practices in the bakery, combined with rapid turnover of the finished product, have virtually eliminated this form of spoilage.[citation needed] Calcium propionate and sodium propionate are effective against both Bacillus mesentericus rope and mold.[citation needed]

A small study in children (n=27) found statistically significant "[i]rritability, restlessness, inattention and sleep disturbance in some children" on challenge with calcium propionate preserved food, but noted lack of significance of assessment scores due to placebo response from four subjects. [7]

Metabolic products of propionate enter fatty acid metabolisms as propionyl-CoA, which cannot be completely processed along the main pathway because it has an odd number of carbons. This species and its conversion product methylcitrate inhibit tricarboxylic acid cycle metabolism and also contribute to oxidative stress. Intraventricular infusion of propionic acid into rat brains caused oxidative stress and produced reversible behavior (e.g. hyperactivity, dystonia, social impairment, perseveration) and brain (e.g. innate neuroinflammation, glutathione depletion) changes reminiscent of autism.[8]

According to the Pesticide Action Network North America, calcium propionate is slightly toxic.[9] This rating is not uncommon for food products; vitamin C is also rated by the same standards as being slightly toxic. [10] Calcium propionate can be used as a pesticide.[11]
[edit] References

Succes for you all,
Michael Thang
+622168068293/ hp +628164850242
Read More..

CALCIUM PROPIONATE

CALCIUM PROPIONATE

As a food additive, it is listed as E number 282 in the Codex Alimentarius. Calcium propionate is used as a preservative in a wide variety of products, including but not limited to bread, other baked goods, processed meat, whey, and other dairy products.[2] In agriculture, it is used, amongst other things, to prevent milk fever in cows and as a feed supplement [3] Propionates prevent microbes from producing the energy they need, like benzoates do. However, unlike benzoates, propionates do not require an acidic environment.[4]

Calcium propionate is used in bakery products as a mold inhibitor, typically at 0.1-0.4% [5] (though animal feed may contain up to 1%). Mold contamination is considered a serious problem amongst bakers, and conditions commonly found in baking present near-optimal conditions for mold growth.[6]

A few decades ago, Bacillus mesentericus (rope), was a serious problem,[citation needed] but today's improved sanitary practices in the bakery, combined with rapid turnover of the finished product, have virtually eliminated this form of spoilage.[citation needed] Calcium propionate and sodium propionate are effective against both Bacillus mesentericus rope and mold.[citation needed]

A small study in children (n=27) found statistically significant "[i]rritability, restlessness, inattention and sleep disturbance in some children" on challenge with calcium propionate preserved food, but noted lack of significance of assessment scores due to placebo response from four subjects. [7]

Metabolic products of propionate enter fatty acid metabolisms as propionyl-CoA, which cannot be completely processed along the main pathway because it has an odd number of carbons. This species and its conversion product methylcitrate inhibit tricarboxylic acid cycle metabolism and also contribute to oxidative stress. Intraventricular infusion of propionic acid into rat brains caused oxidative stress and produced reversible behavior (e.g. hyperactivity, dystonia, social impairment, perseveration) and brain (e.g. innate neuroinflammation, glutathione depletion) changes reminiscent of autism.[8]

According to the Pesticide Action Network North America, calcium propionate is slightly toxic.[9] This rating is not uncommon for food products; vitamin C is also rated by the same standards as being slightly toxic. [10] Calcium propionate can be used as a pesticide.[11]
[edit] References Read More..

Thursday, 25 February 2010

GELATIN


Gelatin
Ditulis oleh Rahmi Fauzi tanggal October 30, 2007 (8:24 pm) dalam kategori Artikel

I. Pendahuluan

Dalam memproduksi atau membuat makanan banyak bahan-bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan mutu makanan tersebut, baik dari segi rasa, tekstur, maupun warna. Contoh bahan tambahan itu antara lain Monosodium Glutamat (MSG), zat pewarna, gelatin, dan lain sebagainya. Zat-zat tambahan tersebut ada yang diperoleh secara alami, contohnya zat pewarna dari daun pandan, dan ada pula yang diperoleh melalui proses kimia terlebih dahulu, contohnya MSG.

Untuk zat tambahan yang bersifat alami mungkin dampak negatifnya tidak begitu banyak. Yang dilihat dari zat tambahan alami ini biasanya hanyalah halal atau tidaknya sumber zat tersebut. Sedangkan yang melalui proses kimia terlebih dahulu mempunyai dampak negatif lebih banyak dan perlu dosis/takaran penggunaan maksimalnya.

Tapi ada pula zat tambahan yang sumbernya alami yang melalui proses kimia terlebih dahulu. Contohnya gelatin. Gelatin bersumber dari tulang hewan yang diproses dengan larutan kimia hingga larutan tersebut mengental dan mengandung gelatin.
Gelatin sebenarnya mempunyai banyak manfaat dan kegunaan. Oleh karena itu, pada makalah kali ini penulis akan memaparkan tentang apa itu gelatin, sumber, dan kegunaannya.

II. Tinjauan Pustaka

A. Penjelasan Objek

Gelatin adalah suatu jenis protein yang diekstraksi dari jaringan kolagen kulit, tulang atau ligamen (jaringan ikat) hewan. Pembuatan gelatin merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dan dibuang di rumah pemotongan hewan. Penggunaan gelatin dalam industri pangan terutama ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul khususnya dalam penganekaragaman produk.

B. Sumber dan ciri-ciri gelatin

Pada prinsipnya gelatin dapat dibuat dari bahan yang kaya akan kolagen seperti kulit dan tulang baik dari babi maupun sapi atau hewan lainnya. Akan tetapi, apabila dibuat dari kulit dan tulang sapi atau hewan besar lainnya, prosesnya lebih lama dan memerlukan air pencuci/penetral (bahan kimia) yang lebih banyak, sehingga kurang berkembang karena perlu investasi besar sehingga harga gelatinnya menjadi lebih mahal.
Sedangkan gelatin dari babi jauh lebih murah dibanding bahan tambahan makanan lainnya. Itu karena babi mudah diternak. Babi dapat makan apa saja termasuk anaknya sendiri. Babi juga bisa hidup dalam kondisi apa saja sekalipun sangat kotor. Dari segi pertumbuhan, babi cukup menjanjikan. Seekor babi bisa melahirkan dua puluh anak sekaligus. Karena sangat mudah dikembangkan, produk turunan dari babi sangat banyak. (www.republika.co.id/infohalal)

Berdasarkan sifat bahan dasarnya pembuatan gelatin dapat dikategorikan dalam 2 prinsip dasar yaitu cara alkali dan asam

1. Cara alkali dilakukan untuk menghasilkan gelatin tipe B (Base), yaitu bahan dasarnya dari kulit tua (keras dan liat) maupun tulang. Mula-mula bahan diperlakukan dengan proses pendahuluan yaitu direndam beberapa minggu/bulan dalam kalsium hidroksida, maka dengan ini ikatan jaringan kolagen akan mengembang dan terpisah/terurai. Setelah itu bahan dinetralkan dengan asam sampai bebas alkali, dicuci untuk menghilangkan garam yang terbentuk. Setelah itu dilakukan proses ekstrasi dan proses lainnya.
2. Cara kedua yaitu dengan cara pengasaman, yaitu untuk menghasilkan gelatin tipe A (Acid). Tipe A ini umumnya diperoleh dari kulit babi, tapi ada juga beberapa pabrik yang menggunakan bahan dasar tulang. Kulit dari babi muda tidak memerlukan penanganan alkalis yang intensif karena jaringan ikatnya belum kuat terikat. Untuk itu disini cukup direndam dalam asam lemah (encer) (HCl) selama sehari, dinetralkan, dan setelah itu dicuci berulang kali sampai asam dan garamnya hilang.

Penggunaan gelatin sangatlah luas dikarenakan gelatin bersifat serba bisa, yaitu bisa berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap, pemerkaya gizi, sifatnya juga luwes yaitu dapat membentuk lapisan tipis yang elastis, membentuk film yang transparan dan kuat, kemudian sifat penting lainnya yaitu daya cernanya yang tinggi.

C. Manfaat gelatin dan jenis-jenis produk yang menggunakannya

Gelatin sangat penting dalam rangka diversifikasi bahan makanan, karena nilai gizinya yang tinggi yaitu terutama akan tingginya kadar protein khususnya asam amino dan rendahnya kadar lemak. Gelatin kering mengandung kira-kira 84 – 86 % protein, 8 – 12 % air dan 2 – 4 % mineral. Dari 10 asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh, gelatin mengandung 9 asam amino essensial, satu asam amino essensial yang hampir tidak terkandung dalam gelatin yaitu triptofan.

Fungsi-fungsi gelatin dalam berbagai contoh jenis produk yang biasa menggunakannya antara lain :

1. Jenis produk pangan secara umum: berfungsi sebagai zat pengental, penggumpal, membuat produk menjadi elastis, pengemulsi, penstabil, pembentuk busa, pengikat air, pelapis tipis, pemerkaya gizi.
2. Jenis produk daging olahan: berfungsi untuk meningkatkan daya ikat air, konsistensi dan stabilitas produk sosis, kornet, ham, dll.
3. Jenis produk susu olahan: berfungsi untuk memperbaiki tekstur, konsistensi dan stabilitas produk dan menghindari sineresis pada yoghurt, es krim, susu asam, keju cottage, dll.
4. Jenis produk bakery: berfungsi untuk menjaga kelembaban produk, sebagai perekat bahan pengisi pada roti-rotian, dll
5. Jenis produk minuman: berfungsi sebagai penjernih sari buah (juice), bir dan wine.
6. Jenis produk buah-buahan: berfungsi sebagai pelapis (melapisi pori-pori buah sehingga terhindar dari kekeringan dan kerusakan oleh mikroba) untuk menjaga kesegaran dan keawetan buah.
7. Jenis produk permen dan produk sejenisnya: berfungsi untuk mengatur konsistensi produk, mengatur daya gigit dan kekerasan serta tekstur produk, mengatur kelembutan dan daya lengket di mulut. (www.indohalal.com)

Gelatin juga banyak digunakan oleh Industri farmasi, kosmetik, fotografi, jelly, soft candy, cake, pudding, susu yoghurt, film fotografi, pelapis kertas, tinta inkjet, korek api, gabus, pelapis kayu untuk interior, karet plastik, semen, kosmetika adalah contoh-contoh produk industri yang menggunakan gelatin.

Penghias kue pada umumnya terbuat dari gum paste juga plastic icing yang mengandung gelatin. Gelatin juga tak hanya terdapat dalam gum paste sebagai penghias kue. Namun juga terdapat dalam kue puding, sirup, maupun permen kenyal. Kebanyakan merupakan produk impor. Bahkan untuk menawarkan kekentalan yang lebih tinggi produsen kecap menggunakan gelatin.

Sedangkan di bidang farmasi, gelatin digunakan sebagai cangkang kapsul. Di Indonesia, kapsul yang beredar adalah kapsul jenis hard. Kapsul ini terbuat dari gelatin, pewarna, pengawet serta pelentur. Menurut informasi yang berasal dari Badan POM gelatin yang masuk ke Indonesia bahannya berasal dari organ sapi. (infohalal Republika)

D. Keadaan kandungan gelatin dalam industri di Indonesia

Untuk keperluan industri dalam negeri Indonesia setiap tahun mengimpor gelatin dalam jumlah yang cukup banyak. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa pada tahun 2000, Indonesia mengimport gelatin 3.092 ton dari Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Brasil, Korea, Cina dan Jepang. (www.iptekda.lipi.go.id) Menurut Nur Wahid, anggota LPPOM MUI, seratus persen gelatin di Indonesia merupakan produk impor. Di luar negeri, sebanyak 70 persen gelatin terbuat dari kulit babi. (www.republika.co.id) Karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus waspada terhadap produk-produk yang mengandung gelatin seperti permen, kue tart, kosmetika, bahkan cangkang kapsul. Terlebih lagi jika produk-produk tersebut adalah produk impor. Tapi, menurut informasi yang berasal dari Badan POM, gelatin yang masuk ke Indonesia berasal dari organ sapi.

Berdasarkan data dari indohalal.com, gelatin yang sudah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI yaitu Hard Gelatin Capsul Indonesia yang diproduksi oleh PT. Universal Capsules Indonesia, KCPL-Gelatin Produksi Kerala Chemical & Proteins Ltd., dan Halagel TM ( Edible Gelatin, pharmaceutical gelatin,di-calcium phosphat) yang diproduksi oleh Halagel (M) Sdn.Bhd

III. Penutup

A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa gelatin merupakan protein yang diekstraksi dari jaringan kulit hewan yang mempunyai banyak fungsi diantaranya berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap dan pemerkaya gizi, dll.

B. Saran
Dalam mengkonsumsi bahan makanan, hendaknya kita memperhatikan terlebih dahulu apakah produk tersebut adalah produk impor atau tidak. Karena di luar negeri 70 % gelatin berasal dari organ babi. Sedangkan jika produk tersebut adalah produk dalam negeri yang mengandung gelatin, berdasarkan info dari Badan POM, seratus persen berasal dari luar negeri yang bahannya berasal dari organ sapi. Jadi cukup aman untuk dikonsumsi. Tapi pertanyaan lain muncul. Apakah sapi tersebut disembelih atas nama Allah? Wallahua’lam. Dan ini merupakan batu ujian bagi umat Islam apakah mereka tergerak untuk membuat terobosan agar barang yang haram itu tergantikan.

Daftar Pustaka
www.indohalal.com
www.iptekda.lipi.go.id
www.republika.co.id

Sumber Artikel Chem-Is-Try.Org | Situs Kimia Indonesia | - http://www.chem-is-try.org
URL artikel ini dapat diakses melalui: http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/gelatin/
Read More..

Wednesday, 24 February 2010

Vulcanizing and Tackyfying Agent

VULTAC ®

Vul = Vulcanization, Tac = Tackyfier



Alkyl Phenol Disulfides

CHARACTERISTICS

- The VULTAC® are a range of Alkyl Phenol Disulfides used as nitrosamine free sulfur
donors in industrial rubber and tire applications.

- VULTAC ® vulcanization agents help enhancing rubber product performance by improving aging properties and assisting co-vulcanization of blends.

(ex. : Apolar elastomers/Halogen elastomers).

- The VULTAC ® structure give a high solubility in a variety of rubbers.

APPLICATIONS

A. RUBBERS
-
Tyres

:

VULTAC
®
work well
in
systems where
the
base
rubber
contains Halobutyl
. In a SBR base,
VULTAC
®
give enough tack
.
-
-
Industrial
rubber
:

VULTAC®
can be used
in a NBR
and
EPM bases as a
sulfur donor when
the
vulcanization
system must
be nitrosamine
-
free.
-
-
Pharmaceuticals:due to its low toxicity (LD 50 > 5000 mg/kg), VULTAC® are used in care items

Read More..

Vulcanizing and Tackyfying Agent

VULTAC ®

Vul = Vulcanization, Tac = Tackyfier



Alkyl Phenol Disulfides

CHARACTERISTICS

- The VULTAC® are a range of Alkyl Phenol Disulfides used as nitrosamine free sulfur
donors in industrial rubber and tire applications.

- VULTAC ® vulcanization agents help enhancing rubber product performance by improving aging properties and assisting co-vulcanization of blends.

(ex. : Apolar elastomers/Halogen elastomers).

- The VULTAC ® structure give a high solubility in a variety of rubbers.

APPLICATIONS

A. RUBBERS
-
Tyres

:

VULTAC
®
work well
in
systems where
the
base
rubber
contains Halobutyl
. In a SBR base,
VULTAC
®
give enough tack
.
-
-
Industrial
rubber
:

VULTAC®
can be used
in a NBR
and
EPM bases as a
sulfur donor when
the
vulcanization
system must
be nitrosamine
-
free.
-
-
Pharmaceuticals:due to its low toxicity (LD 50 > 5000 mg/kg), VULTAC® are used in care items





Read More..

Wednesday, 14 October 2009

DIACETONE ALCOHOL

Diacetone alcohol is a chemical compound with the formula CH3C(O)CH2C(OH)(CH3)2. This liquid is common synthetic intermediate used for the preparation of other compounds.

Diacetone alcohol has slow evaporation rates. It is used as a solvent for both hydrogen bonding and polar substances. It is miscible in water and used as a solvent for water-based coatings. It is used as a solvent extractant in purification processes for resins and waxes. Diacetone alcohol is more suitable for use in applications as a component of gravure printing inks, with proving favorable flow and leveling characteristics. Diacetone alcohol, having hydroxyl and carbonyl group in the same molecule is used as a chemical intermediate. Read More..

ISOPHORONE

WHAT IS ISOPHORONE ?

Isophorone is an α,β-Unsaturated cyclic ketone, a colorless to yellowish liquid with characteristic smell, that is used as a solvent and as an intermediate in organic synthesis. Isophorone also occurs naturally in cranberries.

Isophorone is used as a solvent in some printing inks, paints, lacquers, adhesives, copolymers, coatings, finishings and pesticides.[2] It is also used as a chemical intermediate and as an ingredient in wood preservatives and floor sealants.

For any requirement please feel free to contact.

Thank you & Succes for you all,

Michael S. Thang
+622168068293, +628164850242 Read More..